Ini memang fakta yang cukup menyakitkan, berikut inilah penjelasannya.

Disini pasti semuanya pasti setuju. Karena memang demikianlah adanya. Pondok-pondok terkenal dengan fasilitas yang layak biasanya mematok di atas 1juta rupiah per bulannya. Belum uang gedung yang bisa mencapai belasan juta, uang makan bulanan, dan kebutuhan bulanan lainnya yang jika ditotal bisa mencapai 3juta perbulan.

Dengan anggaran setinggi itu, tidak akan cukup bagi seorang buruh lepas, pedagang kecil, tukang ojek dll untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan islam tingkat lanjut seperti pondok pesantren tahfidz.

Terlebih lagi ekonomi yang kian menukik ke bawah pasca krisis yang diakibatkan oleh pandemi.