Wakaf untuk Pembangunan Asrama Surau Quran

Perkembangan Donasi

Target Donasi : Rp. 5.741.210.000

Total : Rp. 0

Wakaf Pembangunan Surau Al-Quran: Membangun Generasi Penghafal Al-Quran 30 Juz

_“Sesungguhnya yang paling utama di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.”_
— Hadis Riwayat Bukhari

Surau Al-Quran RAS, Yayasan Anak Sholeh 85 mengajak Ayah, Bunda dan Dermawan untuk terlibat dalam  program Wakaf Pembangunan Surau Al-Quran untuk mencetak santri penghafal Al-Quran 30 juz. Insya Allah, dari surau akan menjadi tempat lahirnya generasi muda yang mandiri, berdaya dan berkarakter pemimpin islami.

Tentang Surau Al Quran

Surau Al-Qur’an hadir sebagai lembaga pendidikan Islam dengan konsep pendidikan yang berkualitas dan berkarakter, berupaya mengadopsi fungsi dan nilai-nilai Surau di Minang. Insya Allah, Surau Al-Quran santri akan menjadi pusat pembelajaran dan pengajaran Al-Quran yang terstruktur dan terarah, dengan kurikulum yang berfokus pada penghafalan Al-Quran secara sistematis. Santri akan diberikan bimbingan intensif agar dapat menghafal dan memahami makna setiap ayat dengan baik.

Mengapa Wakaf Ini Penting?

Hingga tahun 2024 ini, SAR sudah menerima dan membina santri sebanyak 7 (tujuh) angkatan dengan jumlah 74 orang santri yatim dan dhuafa yang berasal dari berbagai daerah dan wilayah di Sumatera Barat. Terbatasnya daya tampung gedung dan tingginya minat masyarakat memasukkan anak-anaknya ke Surau Al-Qur’an RAS. Mendorong Surau Al-Quran RAS untuk segera melakukan pengembangan & pembangunan gedung asrama baru. Surau Al-Qur’an kembali menggulirkan Program Wakaf Pembangunan Gedung Asrama Tahap II untuk Santri Penghafal Al-Qur’an yatim dan dhuafa di Sumatera Barat.

Kebaikan Berwakaf untuk Pembangunan Surau Al-Quran

Wakaf yang Ayah, Bunda dan Dermawan berikan akan digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan dan pembinaan anak-anak, baik itu ruang kelas, perpustakaan Al-Quran, asrama bagi santri, serta fasilitas ibadah yang nyaman. Semua ini untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar santri di Surau Al-Quran.

Setiap kontribusi Ayah, Bunda dan Dermawan, baik besar maupun kecil, akan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penghafal Al-Quran. Wakaf ini bukan hanya untuk pembangunan fisik surau, tetapi juga untuk keberlangsungan pendidikan para santri dalam jangka waktu yang panjang. Setiap ayat yang dibaca, dihafal dan diamalkan oleh para santri yang telah dididik di surau ini akan terus mengalirkan pahala kepada Anda, selamanya.

 

Yuk, Jadikan Wakaf Anda Sebagai Amal Jariyah

Mari kita raih pahala yang tak terputus dengan berwakaf dalam pembangunan surau yang akan menjadi ladang ilmu dan kebaikan ini. Wakaf Anda akan menjadi bagian dari usaha membangun peradaban yang lebih baik melalui pendidikan Al-Quran.

Setiap wakaf yang Ayah, Bunda dan Dermawan berikan, insya Allah akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya selama santri yang dihasilkan dari surau ini mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan mereka.

Bersama, kita ciptakan masa depan yang penuh berkah, dengan mencetak penghafal-penghafal Al-Quran yang membawa manfaat bagi umat Islam. Berkah Wakaf Ayah, Bunda dan Dermawan akan jadi Amal Jariyah yang Tak Terputus.

Hubungi Kami untuk Berdonasi:
Telp & WA 08116669660 Telp & WA 08116669661 [email protected]

Semoga Allah SWT menerima setiap amal kita dan menjadikannya sebagai pahala yang terus mengalir. Aamiin.

Kabar Terbaru

  • 06 Sep 2024

    Update Kabar Terbaru

    Ini merupakan update kabar terbaru
  • 05 Sep 2024

    Launching Campaign

    Tanggal 5 September 2024 merupakan launching program campaign sedekah subuh ini.

Pilih Metode Pembayaran

Donasi Sekarang

“Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak’, sedangkan yang satunya lagi berdoa, “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
telah bersedekah Wakaf untuk Pembangunan Asrama Surau Quran
45 menit lalu