logo-anak-sholeh

Pola Pembinaan Karakter pada Rumah Anak Sholeh di Kelurahan Purus Kota Padang

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pembinaan karakter pada
Rumah Anak Sholeh. Rumah anak sholeh adalah lembaga non formal berupa rumah singgah bagi anak-anak yang berusia 6-12 tahun atau setara siswa Sekolah Dasar yang
mengutamakan pendidikan karakter. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan
menggunakan metode deskriptif. Informan penelitian ini adalah mentor Rumah Anak
Sholeh, manager Rumah Anak Sholeh, murid Rumah Anak Sholeh dan orang tua murid
Rumah Anak Sholeh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi,
wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data yaitu tringulasi sumber dan triangulasi
metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembinaan karakter (religius, disiplin dan bersahabat) pada Rumah Anak Sholeh menggunakan berbagai metode. Metode pembiasaan dan metode mau’idah atau nasehat untuk membina karakter religius, metode pembiasaan dan metode keteladanan untuk membina karakter disiplin dan metode hiwar atau dialog, metode Qisah atau cerita, metode bermain peran, metode pembelajaran partisipatif, dan metode CTL (Contextual Teaching and Learning) atau penerapan dalam kehidupan sehari-hari untuk membina karakter bersahabat.

Baca selengkapnya :

Pola Pembinaan Karakter pada Rumah Anak Sholeh di Kelurahan Purus Kota Padang

Bagikan :

Prestasi lainnya

Gelisah dari Pascasarjana
Shiroh-based Positive Labeling a...
RAS: Konstribusi Pemuda Minangkabau
PENANAMAN NILAI KARAKTER SOPAN S...
Pelaksaan Program Parenting Ruma...
Faktor Pendorong Ibu-ibu Mengiku...

Donasi Sekarang

“Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak’, sedangkan yang satunya lagi berdoa, “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)